Cara Menjaga Air Tandon Tidak Bau

Cara Menjaga Air Tandon Tidak Bau

Cara Menjaga Air Tandon Tidak Bau – Air tandon yang berbau tidak sedap bisa mengganggu aktivitas mandi, mencuci, dan memasak.

Maka dari itu, cara menjaga air tandon tidak bau perlu menjadi pemahaman bagi setiap pemiliknya. Bau bisa muncul akibat endapan, pertumbuhan mikroorganisme, pencemaran sumber air, atau kondisi tandon yang jarang membersihkannya.

Menghilangkan bau saja belum tentu membuat air aman pemakaiannya. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih lanjut cara menjaga airnya pada tempat penampungan. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut sampai tuntas.

Cara Menjaga Air pada Tandon Agar Tidak Bau

Cara Menjaga Air pada Tandon Agar Tidak Bau
Cara Menjaga Air pada Tandon Agar Tidak Bau

Air tandon bisa berbau karena beberapa faktor yang berbeda. Oleh karena itu, penanganannya perlu menyesuaikan dengan penyebab yang ditemukan. Berikut ini ada beberapa cara menjaga air pada tandon agar tidak bau yaitu:

1. Bersihkan Tandon Secara Berkala

Endapan lumpur, pasir, dan kotoran bisa menumpuk pada dasar tandon. Akibatnya, air bisa berubah bau atau tampak keruh.

Karena itulah, jadwalkan pemeriksaan dan pembersihan secara berkala. Frekuensinya perlu menyesuaikan dengan kualitas air masuk dan kondisi tandonnya.

2. Periksa Kualitas Sumber Air

Bau terkadang berasal dari air sebelum masuk ke tandon. Misalnya, air sumur bisa mengandung mineral atau senyawa tertentu yang menimbulkan aroma khas.

Karena itulah, periksa air langsung dari sumbernya. Jika air sudah berbau sebelum menampungnya, pembersihan tandon saja tidak akan menyelesaikan masalah.

3. Pastikan Tutup Tandon Terpasang Rapat

Tandon terbuka bisa kemasukkan debu, serangga, dan kotoran. Akibatnya, kualitas air berpotensi menurun.

Karena itu, pastikan tutup terpasang dengan benar. Periksa juga celah pada sekitar lubang masuk dan sambungan pipa.

4. Cegah Masuknya Air Hujan dan Kotoran

Air hujan yang masuk melalui tutup bisa membawa debu dan kotoran. Selain itu, daun atau bangkai serangga bisa memengaruhi aroma air.

Oleh karena itu, periksa kondisi tutup setelah hujan deras. Bersihkan bagian luar tandon agar kotoran tidak terbawa saat tutup membukanya.

5. Periksa Pipa dan Sambungan

Pipa yang kotor atau rusak bisa memengaruhi kualitas air. Selain itu, sambungan yang bocor bisa menjadi jalur masuk pencemar.

Karena itu, periksa pipa masuk dan pipa keluar secara berkala. Ganti komponen yang rusak menggunakan bahan yang sesuai untuk air bersih.

6. Hindari Penyimpanan Air Terlalu Lama

Air yang tersimpan terlalu lama bisa mengalami perubahan kualitas, terutama jika tandon kurang bersih. Oleh karena itu, perhatikan pola penggunaan dan pengisian air.

Namun, menguras air setiap hari tidak selalu memerlukannya. Sesuaikan penggantian air dengan kondisi sumbernya.

7. Gunakan Filter yang Sesuai

Filter bisa membantu mengatasi masalah tertentu pada air. Misalnya, karbon aktif bisa membantu mengurangi bau dan rasa dari senyawa tertentu. Pilih media penyaring berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air.

8. Hindari Penggunaan Bahan Kimia Sembarangan

Pemakaian pewangi atau bahan pembersih yang tidak sesuai bisa mencemari air. Oleh karena itu, jangan memasukkan parfum, deterjen, atau cairan sembarangan ke dalam tandon. Gunakan hanya produk yang sesuai untuk tempat penampungan air dan ikuti petunjuk dosisnya.

9. Periksa Kondisi Tandon

Retakan, lapisan yang rusak, atau bagian dalam yang kotor bisa memengaruhi kualitas air. Oleh karena itu, periksa dinding, tutup, sambungan, dan dasar tandon. Jika terdapat kerusakan, lakukan perbaikan atau penggantian sesuai petunjuk produsen.

Tandon Air Sebaiknya Ditaruh Dimana?

Tandon Air Sebaiknya Ditaruh Dimana?
Tandon Air Sebaiknya Ditaruh Dimana?

Lokasi pemasangan memengaruhi kebersihan, paparan panas, dan kemudahan perawatan tandon. Oleh karena itu, pilih tempat yang terlindung, mudah menjangkaunya, dan jauh dari sumber pencemaran. Nah, berikut ini ada beberapa letak posisi ideal tandon yang tepat yaitu:

1. Area yang Bersih dan Terlindung

Pilih lokasi yang tidak berdekatan dengan tumpukan sampah atau bahan kimia. Dengan begitu, risiko pencemaran pada sekitar tandon bisa berkurang.

2. Atap dengan Dudukan yang Kuat

Adanya atap bisa menjadi lokasi tandon untuk sistem distribusi gravitasi. Namun, kekuatan struktur harus memeriksanya sebelum pemasangan.

Sebagai gambaran, air sebanyak 1.000 liter memiliki massa sekitar satu ton. Oleh karena itu, dudukan harus mampu menahan beban air dan tandon dengan aman.

3. Area yang Tidak Terpapar Matahari Berlebihan

Paparan matahari bisa meningkatkan suhu air. Maka dari itu, pertimbangkan lokasi teduh atau perlindungan yang sesuai.

Adanya penutup tambahan tidak boleh menghambat akses perawatan. Pastikan pula sirkulasi dan ketentuan pemasangan tetap mengikuti petunjuk produsen.

4. Tempat yang Mudah Aksesnya

Tandon perlu memeriksa dan membersihkannya secara berkala. Oleh karena itu, pilih lokasi yang memungkinkan petugas menjangkau tutup dan saluran pembuangan. Selain itu, sediakan ruang yang cukup untuk pemeriksaan sambungan.

5. Jauh dari Septic Tank

Septic tank yang bocor bisa mencemari tanah dan air di sekitarnya. Karena itulah, tandon dan sumber air perlu menempatkannya dengan memperhatikan jarak aman dari sistem pembuangan. Untuk sumber air tanah, kondisi tanah dan arah aliran air juga perlu menjadi pertimbangan.

6. Tidak Berdekatan dengan Tempat Sampah

Adanya tempat sampah bisa mengundang serangga dan menghasilkan cairan pencemar. Oleh sebab itu, jangan menempatkan tandon tepat pada samping tempat pembuangan sampah. Pastikan area sekitarnya rutin membersihkannya.

7. Area dengan Drainase yang Baik

Genangan air pada sekitar tandon bisa mengundang serangga dan menyulitkan perawatan. Oleh karena itu, pilih tempat dengan saluran pembuangan yang berfungsi baik. Pastikan air limpasan tidak mengalir menuju sumber air bersih.

8. Lokasi yang Tidak Rawan Banjir

Banjir bisa membawa lumpur, sampah, dan pencemar ke area instalasi. Maka dari itu, hindari meletakkan tandon atau akses masuknya pada lokasi yang mudah terendam.

Jika pemasangan pada permukaan tanah tidak bisa menghindarinya, buat perlindungan yang sesuai. Pastikan pula sambungan dan tutup tidak mudah terkena air banjir.

9. Dekat dengan Jalur Pipa yang Aman

Lokasi yang dekat dengan jalur pipa bisa mengurangi kebutuhan sambungan panjang. Namun, pemasangan tetap perlu memperhatikan kualitas pipa dan kekuatan sambungan.

Hindari jalur pipa yang berdekatan dengan saluran limbah bocor. Sebaliknya, gunakan jalur yang mudah dalam memeriksa dan memperbaikinya.

Review Tandon Air Grand Anti Bau

Review Tandon Air Grand Anti Bau
Review Tandon Air Grand Anti Bau

Pemilihan tandon yang sesuai bisa membantu menjaga penyimpanan air tetap teratur. Salah satu merek yang sangat jadi rekomemdasi adalah Grand.

Wadah penyimpanan yang satu ini bahan bakunya memakai HDPE murni berkualitas tinggi tanpa material campuran lainnya.

Hal ini yang menjadikannya punya ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.

Tandon merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Sehingga penyimpanan air akan tetap aman terhindar dari segala kontaminasi kotoran, najis, maupun zat berbahaya lainnya.

Proses produksi tandon merek Grand ini menggunakan teknologi canggih. Sehingga anti bau, anti lumut, tahan terhadap sinar UV dan tentunya anti bakteri.

Baca juga: Review Tandon Air Pennyu Berkualitas

Pada saat ini tersedia berbagai pilihan tandon berkualitas dan menarik. Informasi lebih lengkapnya bisa langsung kunjungi Marketplace raja tandon dan Whatsapp yang tertera berikut. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!

Shopee

Tokopedia

Penutup

Jadi sekian dulu ulasan tentang cara menjaga air tandon agar tidak bau. Untuk pilihan tandonnya, jangan lupa pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka waktu lama.

Scroll to Top