Kenapa Tandon Bergetar Saat Isi – Pernah mendengar suara dengung atau melihat tandon air bergetar ketika sedang terisi? Kondisi ini sering membuat pemilik rumah khawatir, terutama jika getarannya semakin kuat. Namun, Anda tidak perlu langsung panik karena penyebabnya bisa berasal dari aliran air, pompa, atau instalasi pipa.
Memahami kenapa tandon bergetar saat isi sangat penting agar masalah dapat ditangani dengan tepat. Sebab, getaran yang dibiarkan terus-menerus bisa menimbulkan suara bising dan mengganggu sambungan instalasi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, getaran berlebihan dapat mempercepat kerusakan komponen.
Oleh karena itu, Anda perlu mengenali penyebab tandon bergetar sekaligus mengetahui cara mengatasinya. Dengan begitu, sistem penyimpanan air di rumah dapat digunakan secara lebih aman dan nyaman.
Kenapa Tandon Bergetar Saat Terisi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tandon bergetar ketika air masuk. Berikut penjelasan yang perlu Anda ketahui.
1. Tekanan Air Terlalu Tinggi
Pertama, tekanan air yang terlalu tinggi bisa membuat aliran masuk menjadi lebih kuat. Akibatnya, pipa dan sambungan dapat mengalami getaran ketika air mengalir deras.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika pompa memiliki tekanan besar. Oleh karena itu, tekanan air perlu disesuaikan dengan kebutuhan instalasi rumah.
2. Pompa Air Menghasilkan Getaran
Selanjutnya, periksa kondisi pompa air yang digunakan. Pompa yang tidak terpasang dengan kuat dapat menghasilkan getaran selama beroperasi.
Getaran tersebut kemudian merambat melalui pipa menuju tandon. Selain itu, bantalan pompa yang aus atau komponen yang longgar juga bisa menimbulkan suara berisik.
Karena itu, pastikan pompa ditempatkan pada permukaan yang stabil. Jika suara tidak normal terus muncul, pemeriksaan oleh teknisi dapat membantu menemukan penyebabnya.
3. Pelampung Otomatis Tidak Bekerja dengan Baik
Pelampung otomatis berfungsi mengatur pengisian air agar tidak meluap. Namun, komponen yang aus atau macet bisa membuat aliran air tidak berjalan lancar.
Akibatnya, mekanisme pelampung dapat menimbulkan bunyi atau getaran ketika air masuk. Oleh sebab itu, periksa kondisi pelampung dan katup pengisian secara berkala.
4. Dudukan Tandon Kurang Kokoh
Selain masalah aliran air, dudukan tandon juga perlu diperhatikan. Penyangga yang tidak rata atau kurang kuat dapat menyebabkan tandon bergoyang saat menerima beban air.
Air memiliki berat sekitar satu kilogram per liter. Jadi, tandon berkapasitas 500 liter dapat menampung air dengan berat sekitar 500 kilogram, belum termasuk berat tangki.
Karena itu, dudukan harus dirancang untuk menahan beban penuh secara aman. Jangan menempatkan tandon pada permukaan yang retak atau tidak stabil.
5. Pipa Instalasi Tidak Terpasang dengan Baik
Terakhir, periksa susunan pipa yang terhubung dengan tandon. Pipa yang longgar, menempel pada dinding, atau tidak memiliki penyangga memadai dapat menghasilkan getaran.
Selain itu, aliran air yang berubah mendadak bisa menimbulkan hentakan pada pipa. Kondisi tersebut dikenal sebagai water hammer atau palu air.
Dengan demikian, pemeriksaan instalasi pipa penting dilakukan untuk mengetahui sumber getaran. Jangan langsung menyimpulkan bahwa badan tandon merupakan penyebab utamanya.
Cara Mengatasi Tandon Bergetar Saat Terisi

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda bisa melakukan beberapa langkah penanganan. Namun, pastikan pemeriksaan dilakukan secara aman dan sesuai kondisi instalasi.
1. Periksa Dudukan dan Posisi Tandon
Pertama, amati apakah tandon berdiri dengan stabil. Jika dudukannya miring atau bergoyang, hentikan penggunaan apabila kondisinya berisiko.
Selanjutnya, mintalah tenaga profesional memeriksa kekuatan penyangga. Jangan mencoba menggeser tandon yang masih berisi air karena bebannya sangat berat.
2. Periksa Pompa dan Tekanan Air
Berikutnya, perhatikan apakah getaran muncul bersamaan dengan pompa menyala. Jika iya, periksa pemasangan pompa dan kondisi sambungannya.
Tekanan air juga perlu disesuaikan apabila terlalu tinggi. Namun, pengaturan sebaiknya dilakukan oleh teknisi agar sistem tetap bekerja secara optimal.
3. Periksa Pelampung dan Katup Air
Kemudian, periksa apakah pelampung bergerak dengan lancar. Pastikan katup pengisian tidak macet atau mengeluarkan suara yang tidak biasa.
Jika komponen sudah aus, penggantian mungkin diperlukan. Dengan begitu, proses pengisian air dapat berlangsung lebih stabil.
4. Kencangkan Penyangga Pipa
Selain itu, pastikan pipa ditopang menggunakan klem yang sesuai. Penyangga tersebut membantu mengurangi gerakan pipa ketika air mengalir.
Jika getaran disebabkan oleh hentakan air, teknisi dapat memeriksa tekanan dan kondisi katup. Jadi, penanganan dilakukan berdasarkan sumber masalah, bukan sekadar menghilangkan suara.
5. Lakukan Pemeriksaan Berkala
Terakhir, jadwalkan pemeriksaan instalasi air secara rutin. Periksa pompa, pipa, pelampung, sambungan, dan dudukan tandon.
Dengan perawatan berkala, kerusakan bisa diketahui lebih awal. Selain itu, sistem distribusi air dapat bekerja dengan lebih nyaman dan efisien.
Tandon Air Prime untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Memilih tandon yang sesuai juga penting untuk mendukung sistem penyimpanan air di rumah. Salah satu produk yang bisa dipertimbangkan adalah Tandon Air Prime.
Tandon Air Prime tersedia dalam pilihan kapasitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga. Namun, pemilihan ukuran tetap perlu disesuaikan dengan jumlah penghuni dan konsumsi air harian.
Sebelum membeli, perhatikan material, spesifikasi produk, garansi, serta kebutuhan pemasangan. Pastikan juga dudukan dan instalasi pipa disiapkan dengan benar agar tandon dapat digunakan secara optimal.
Perlu diingat, getaran tidak selalu disebabkan oleh kualitas tandon. Sebab, pompa, tekanan air, pelampung, dan penyangga yang kurang tepat juga dapat menjadi pemicunya.
Baca juga : Review Tandon Air Lobster Bahan HDPE
Jika Anda ingin melengkapi kebutuhan penyimpanan air di rumah, Tandon Air Prime bisa menjadi salah satu pilihan. Untuk membeli Tandon Air Titan, klik tombol berikut.
Kesimpulan
Memahami kenapa tandon bergetar saat isi membantu Anda menemukan penyebab masalah dengan lebih tepat. Getaran dapat berasal dari tekanan air tinggi, pompa, pelampung, dudukan yang kurang kokoh, atau instalasi pipa.


