Sistem Drainase Tandon Air – Memiliki cadangan air yang bersih merupakan impian setiap orang demi menunjang aktivitas harian.
Banyak pemiliknya sering kali melupakan pentingnya saluran pembuangan kotoran saat memasang tempat penampungannya.
Dalam merencanakan sistem drainase tandon air yang tepat sangat penting guna menjaga kebersihan lingkungan serta keawetan tandonnya.
Saluran drainase yang buruk bisa memicu genangan air yang menjadi sarang nyamuk serta merusak fondasi bangunan.
Kebersihan airnya dalam tandon sangat bergantung pada kemudahan dalam membuang endapan lumpur secara rutin.
Bahkan, saluran drainase yang buruk bisa memicu genangan air yang menjadi sarang nyamuk serta merusak fondasi bangunan.
Melalui artikel kali ini akan menjelaskan mengenai sistem drainase pada tempat penampungan air. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.
Berbagai Komponen Sistem Drainase pada Tandon Air

Sistem pembuangan yang terintegrasi dengan baik pada tempat penampungan air merupakan elemen penting yang sering kali terabaikan.
Tanpa adanya struktur pembuangan yang memadai, proses perawatan rutin untuk menjaga kejernihan air akan menjadi sangat sulit.
Berikut ini ada berbagai komponen sistem drainase pada tempat penampungan air yaitu:
1. Lubang Drat Pembuangan (Drain Outlet)
Komponen pertama adalah lubang keluar utama yang biasanya terletak pada bagian paling dasar atau di sisi samping bawah tempat penampungan.
2. Pipa Saluran Pembuangan
Perlu pipa khusus yang menghubungkannya dari lubang drainase menuju ke saluran pembuangan akhir atau selokan luar.
3. Katup Pengatur Aliran (Ball Valve)
Pasanglah sebuah katup atau kran pengatur yang sangat kuat pada jalur pipa pembuangan guna membuka serta menutup aliran drainasenya.
4. Sambungan Pipa Siku (Elbow)
Sambungan siku penggunaannya untuk mengarahkan jalur pipa drainase agar tidak menghalangi ruang gerak atau akses jalan sekitar tandonnya.
Gunakanlah sambungan dengan sudut yang landai agar aliran air kotor tetap bisa mengalir deras.
5. Klem atau Penyangga Pipa
Komponen ini berfungsi untuk mengikat jalur pipa drainase pada dinding atau menara tempat penampungan agar posisi pipa tetap stabil.
6. Saringan Ujung Pipa
Pasanglah jaring atau saringan pada ujung pipa pembuangan akhir guna mencegah serangga atau hewan kecil masuk ke dalam pipanya.
7. Bak Kontrol atau Saluran Terbuka
Sediakanlah sebuah bak kontrol kecil pada ujung pembuangan guna mempermudah dalam melihat tingkat kejernihan air saat pengurasan.
Ciri-Ciri Sistem Drainase yang Baik

Memastikan saluran pembuangan pada tempat penampungan berfungsi dengan optimal merupakan standar penting dalam menjaga sistem kebersihan yang sehat.
Sebuah sistem pembuangan rancangannya secara asal-asalan sering kali menjadi penyebab utama penumpukan sedimen yang mencemari kualitas air bersih.
Nah, berikut ini ada beberapa ciri sistem drainase yang baik yaitu:
1. Memiliki Kemiringan Pipa yang Akurat
Ciri pertama adalah jalur pipa pembuangan yang pemasangannya dengan kemiringan cukup mengarah langsung ke area pembuangan akhir.
2. Mampu Mengalirkan Air dengan Volume Maksimal
Sistem drainase yang baik menandainya dengan debit aliran air sangat kencang saat katup pembuangan terbuka secara penuh.
Penggunaan diameter pipa yang luas berpengaruh agar kotoran padat tidak menghambat laju airnya.
3. Letak Lubang Drainase Berada di Titik Terendah
Posisi lubang pengurasan wajib berada tepat pada dasar paling bawah atau di bagian lekukan kerucut tandon air.
Desain ini menjamin tidak ada “air sisa” yang tertinggal pada dasar tandon setelah proses pengurasan selesai.
4. Seluruh Sambungan Bersifat Kedap dan Bebas Bocor
Ciri fisik yang sangat nyata adalah tidak adanya rembesan air pada setiap sambungan pipa maupun pada katup pengatur aliran airnya.
5. Menggunakan Material yang Tahan Karat dan Cuaca
Komponen seperti kran pembuangan dan pipa harus menggunakan material berkualitas tinggi seperti PVC tebal atau kuningan anti karat.
6. Memiliki Jalur Pembuangan yang Terpisah
Saluran drainase yang baik tidak boleh menggabung atau menyilangkannya dengan jalur pipa penyaluran menuju ke dalam bangunan.
7. Katup Pengatur Mudah Menjangkau dan Mengoperasikan
Posisi katup atau ball valve harus meletakkannya pada area yang strategis sehingga tidak kesulitan saat ingin membukanya.
8. Terlindungi dari Masuknya Hama dan Serangga
Ujung saluran pembuangan akhir harus lengkap dengan pelindung seperti jaring besi atau katup satu arah (floor drain).
Hal ini sangat penting guna mencegah kecoa, tikus, atau serangga lainnya untuk masuk.
Review Tandon Auto Drain Grand

Untuk pilihan tempat penampungannya, maka lebih baik gunakan saja tandon merk Auto Drain Grand.
Tempat penampungan merk Auto Drain Grand sendiri terbuat dari bahan HDPE murni berkualitas tinggi.
Hal inilah yang menjadikannya punya ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Tandon merk Auto Drain Grand sendiri punya teknologi bebas kuras, sehingga dari segi perawatannya sendiri mudah dan cepat.
Pada tempat penampungan merk Auto Drain Grand sendiri terdapat pipa indikator air, yang berguna untuk melihat kondisi airnya tanpa perlu membuka bagian tutup atas tandonnya.
Sekarang ini tersedia berbagai pilihan tandon yang menarik dan berkualitas tinggi. Untuk informasi lebih lengkapnya bisa langsung kunjungi Marketplace raja tandon dan Whatsapp yang tertera berikut.
Penutup
Nah, berikut ini informasi penting mengenai sistem drainase tempat penampungan air yang aman dan efisien.
Kalau untuk tandonnya, jangan lupa pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka waktu lama.



