Jenis Filter Air – Air bersih memiliki karakteristik berbeda berdasarkan sumber dan kondisi lingkungannya.
Maka dari itu, jenis filter air perlu memilihnya berdasarkan masalah yang ditemukan pada air. Pada air sumur, PDAM, dan sumber lainnya bisa membawa kontaminan berbeda.
Selain itu, air bisa terlihat jernih meskipun masih mengandung zat terlarut tertentu. Karenanya, filter tidak sebaiknya memilihnya hanya berdasarkan warna atau bau air.
Pemilihan sebaiknya mempertimbangkan sumber air, hasil pengujian, dan tujuan penggunaan. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan tentang berbagai jenis penyaringnya. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut sampai tuntas.
Beberapa Jenis Filter Air dan Fungsinya

Setiap filter memiliki mekanisme kerja dan sasaran kontaminan berbeda. Oleh karena itu, berikut ini ada 6 jenis filter yang umum penggunaannya pada rumah dan bangunan yaitu:
1. Filter Sedimen
Filter sedimen penggunaannya untuk menyaring partikel padat dari air. Contohnya berupa pasir, lumpur, debu, karat, dan kotoran lainnya.
Penggunaan filter ini bekerja secara mekanis dengan menahan partikel berdasarkan ukuran porinya. Oleh karena itu, tingkat penyaringan perlu menyesuaikan dengan kondisi air.
Filter sedimen sering menempatkannya pada tahap awal sistem filtrasi. Posisi tersebut membantu melindungi media filter berikutnya dari beban kotoran berlebihan.
2. Filter Karbon Aktif
Selanjutnya, karbon aktif bekerja melalui proses adsorpsi. Proses tersebut membuat sejumlah senyawa menempel pada permukaan karbon yang berpori.
Karbon aktif nisa membantu mengurangi bau dan rasa tidak sedap. Selain itu, media ini bisa membantu mengurangi klorin serta senyawa organik tertentu.
Maka dari itu, karbon aktif sering menggunakannya setelah penyaringan sedimen. Dengan urutan tersebut, partikel kasar bisa tertangani terlebih dahulu.
3. Filter Pasir Silika
Kemudian, filter pasir silika menggunakan butiran media untuk menangkap partikel tersuspensi. Media ini banyak penggunaannya untuk mengurangi kekeruhan air.
Air yang mengandung pasir dan lumpur bisa memperoleh manfaat dari media tersebut. Selain itu, pasir silika bisa menggunakannya sebagai bagian dari sistem filtrasi bertahap. Filter pasir sering menempatkannya sebelum media dengan fungsi lebih spesifik.
4. Filter Resin Penukar Ion
Selanjutnya, filter resin penggunaannya untuk mengatasi masalah tertentu yang berkaitan dengan ion. Salah satu penggunaannya adalah mengurangi kesadahan air.
Kesadahan biasanya berkaitan dengan kandungan kalsium dan magnesium. Air keras bisa menimbulkan kerak pada keran, pemanas, atau peralatan rumah tangga. Resin sendiri bekerja dengan pertukaran ion selama air melewati media.
5. Filter Ultrafiltrasi
Ultrafiltrasi atau UF menggunakan membran dengan pori sangat kecil. Teknologi ini bisa menahan partikel dan mikroorganisme tertentu berdasarkan karakteristik membrannya.
UF berbeda dengan filter sedimen biasa. Maka dari itu, kemampuannya dalam penyaringan partikel berukuran sangat kecil lebih tinggi. Selain itu, UF bisa menggunakannya dalam sistem pengolahan air bertahap.
6. Reverse Osmosis
Terakhir, reverse osmosis atau RO menggunakan membran semipermeabel. Teknologi ini rancangannya untuk mengurangi berbagai zat terlarut dan ion tertentu.
RO sering menggunakannya ketika kualitas air membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Selain itu, teknologi ini bisa menjadi bagian dari sistem pengolahan air minum.
Cara Memilih Jenis Filter Air yang Tepat

Pemilihan filter sebaiknya mulai dari masalah air. Oleh karena itu, kenali kondisi sumber air sebelum menentukan teknologi penyaringan. Berikut ini ada beberapa cara tepat dalam memilih jenis filter air yaitu:
1. Kenali Sumber Air
Tentukan apakah air berasal dari sumur, PDAM, atau sumber lainnya. Setiap sumber memiliki karakteristik dan potensi masalah berbeda.
Air sumur bisa mengalami masalah pasir, besi, mangan, atau kesadahan. Sementara itu, air PDAM bisa memiliki karakteristik berbeda setelah melewati jaringan penyaluran.
2. Amati Masalah Air
Perhatikan perubahan warna, bau, rasa, dan endapan. Catatan tersebut bisa membantu menentukan pemeriksaan berikutnya.
Air kuning, misalnya, belum tentu hanya penyebabnya oleh lumpur. Oleh karena itu, pemeriksaan kandungan besi bisa memerlukannya.
3. Lakukan Pengujian Air
Lakukan pengujian jika masalah air tidak bisa mengenalinya secara sederhana. Pengujian memberikan data yang lebih objektif mengenai kondisi air. Hasil pengujian bisa menjadi dasar pemilihan media penyaringannya.
4. Tentukan Tujuan Penggunaan
Berikutnya tentukan apakah air penggunaannya untuk mandi, mencuci, memasak, atau minum. Kebutuhan tersebut memiliki tingkat pengolahan berbeda.
Air untuk minum membutuhkan perhatian lebih terhadap aspek mikrobiologi dan kimia. Maka dari itu, sistem pengolahannya tidak selalu sama dengan air untuk mencuci.
5. Pilih Filter Berdasarkan Kontaminan
Cocokkan masalah dengan fungsi media. Sedimen membutuhkan filter partikel, sedangkan bau tertentu bisa menanganinya dengan karbon aktif.
Kesadahan membutuhkan resin penukar ion. Sementara itu, zat terlarut tertentu bisa membutuhkan teknologi membran seperti RO.
6. Perhatikan Debit Air
Sesuaikan kapasitas filter dengan kebutuhan debit. Filter yang terlalu kecil bisa menyebabkan aliran menjadi kurang optimal.
Selain itu, debit yang terlalu tinggi bisa memengaruhi efektivitas proses penyaringan. Oleh karena itu, spesifikasi kapasitas perlu memeriksanya sebelum pemasangan.
7. Perhatikan Tekanan Air
Periksa tekanan air yang tersedia pada instalasi. Beberapa sistem membutuhkan tekanan tertentu agar bisa bekerja dengan baik. RO, misalnya, memiliki kebutuhan tekanan yang berbeda dari filter sedimen sederhana.
8. Hitung Biaya Perawatan
Selain harga pembelian, biaya penggantian media juga perlu menghitungnya. Maka dari itu, pilih sistem yang perawatannya realistis untuk melakukannya. Cartridge, karbon, resin, dan membran memiliki masa pakai berbeda.
9. Perhatikan Urutan Filtrasi
Kemudian, urutan media bisa memengaruhi kinerja sistem. Filter kasar biasanya menempatkannya sebelum media yang lebih sensitif. Dengan demikian, kotoran berukuran besar bisa tertahan terlebih dahulu.
Rekomendasi Tandon Air Stainless Vertikal Grand

Tandon Stainless Vertikal Grand bisa menggunakannya sebagai tempat penyimpanan air setelah proses filtrasi yang aman.
Hal ini karena tandon satu ini terbuat dari bahan baku stainless steel dengan tipe 304 Bright Annealed.
Permukaan tandon ini yang mengkilap, menjadikannya mudah dalam perawatan maupun pembersihannya. Tandon air stainless vertikal merek Grand materialnya impor langsung dari Jepang.
Jadi, tidak mengherankan kalau tandon yang satu ini memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi cuaca ekstrem maupun suhu tinggi.
Tandon stainless vertikal merek Grand tersedia dalam berbagai pilihan ukuran. Siapa saja bisa memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Wadah penyimpanan stainless vertikal merek Grand juga sudah ada perlindungan anti lumut dan anti karat.
Baca juga: Apa Manfaat Tandon Air untuk Rumah?
Saat ini tersedia berbagai pilihan tandon berkualitas dan menarik. Informasi lebih lengkapnya bisa langsung kunjungi Marketplace raja tandon dan Whatsapp yang tertera berikut. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Jadi itulah tadi ulasan tentang jenis filter air yang aman. Untuk pilihan tandonnya, jangan lupa pakai yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka waktu lama.



