Bagaimana Cek Kebocoran Tandon – Menghadapi tagihan air yang mendadak membengkak tanpa adanya penambahan konsumsi harian, atau mendapati area pada sekitar fondasi menara penampungan selalu becek adalah sinyal kuat adanya masalah tersembunyi.
Saat tuntutan efisiensi sanitasi modern sekarang ini, membiarkan tempat penampungan air merembes bukan hanya merugikan finansial, tetapi juga berpotensi merusak struktur bangunan dan menurunkan kualitasnya.
Banyak pemilik rumah sering kali terlambat menyadari adanya kerusakan karena air menguap atau meresap sebelum sempat membentuk genangan.
Memahami panduan tentang bagaimana cek kebocoran tandon hadir sebagai langkah awal sangat penting.
Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara cek kebocoran tandon. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.
Bagaimana Cek Kebocoran Tandon yang Mudah?

Mendeteksi kebocoran pada tandon seawal mungkin merupakan tindakan pencegahan yang sangat penting untuk menjaga efisiensi penggunaan air bersih dan menghemat tagihan bulanan.
Seringkali, retakan halus atau rembesan pada saluran penampungan tidak terlihat secara kasat mata. Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah cek kebocoran tandon yang mudah yaitu:
1. Mengamati Penurunan Tinggi Permukaan Air
Cara paling sederhana dan sangat efektif untuk mendeteksi kebocoran tersembunyi adalah dengan melakukan pengujian saat seluruh aktivitas penggunaan air terhenti.
Coba catat atau beri tanda batas tinggi air pada dinding dalam tandon sebelum tidur. Sehingga jika tinggi permukaan air mengalami penurunan pada pagi hari, bisa memastikan ada yang bocor.
2. Memeriksa Kelembapan dan Rembesan pada Dinding Tandon
Pemeriksaan visual secara langsung pada permukaan luar tandon bisa memberikan petunjuk instan mengenai letak kerusakan.
Rabalah seluruh dinding luar tandon dengan tangan atau lap kering sehingga area yang basah, bercak berlumut, atau titik embun yang tidak wajar bisa teridentifikasi sebagai lokasi retakan.
3. Memeriksa Ulir Sambungan Pipa, Stop Keran, dan Fitting
Titik sambungan seperti elbow, socket, dan katup stop keran (ball valve) merupakan area yang paling sering mengalami kebocoran kecil.
Periksalah setiap lekukan dan fitting penyambung pada sekitar tandon sehingga bisa mengetahui apakah tetesan air berasal dari struktur tandon itu sendiri atau sekadar sambungan pipa longgar.
4. Mengamati Area Dasar Tandon dan Struktur Dudukan
Kebocoran pada bagian dasar tandon sering kali luput dari perhatian karena tertutup oleh bobot air dan posisi penopang.
Amatilah apakah terdapat genangan air menetap pada sekitar alas atau fondasi beton penopang tandon sehingga titik rembesan dasar bisa segera memperbaikinya.
5. Menguji Fungsi Katup Pelampung Otomatis
Tidak semua air yang meluap dari tandon penyebabnya oleh dinding yang retak, melainkan akibat kegagalan fungsi pelampung penutup aliran.
Langkah pengujiannya, tekan pelampung ke atas secara manual sehingga bisa memastikan apakah sakelar pendorong air bisa berhenti memompa secara sempurna.
6. Mendengarkan Suara Desis atau Tetesan Air Malam Hari
Dalam kondisi lingkungan yang tenang dan sunyi pada malam hari, telinga bisa menjadi alat deteksi kebocoran yang sangat peka.
Coba dekatkan telinga ke dinding tandon atau jalur pipa utama sehingga bisa melacak keberadaan titik bocor tersembunyi.
7. Melakukan Pemeriksaan Retak dengan Lampu Senter
Retakan halus (micro-crack) pada tandon plastik akibat paparan sinar UV matahari sering kali sulit melihatnya pada siang hari karena pantulan cahaya.
Lakukan pemeriksaan pada malam hari dengan menyorotkan sinar senter dari arah dalam atau luar tandon secara tegak lurus.
Sehingga pendaran cahaya yang menembus celah akan memperlihatkan garis retakan secara jelas.
8. Memeriksa Kejernihan Air dan Adanya Endapan Kotoran Luar
Masuknya partikel debu, tanah, atau bau tidak sedap ke dalam air simpanan bisa menjadi indikasi adanya lubang bocor pada area atas atau tutup tandon.
Periksalah kejernihan air dalam tempat penampungan secara berkala sehingga apabila menemukan kotoran atau perubahan warna yang mendadak, bisa mencari celah terbuka pada penutupnya.
9. Menggunakan Metode Pewarna Makanan
Untuk memastikan titik keluar air pada retakan yang samar, bisa memanfaatkan pewarna makanan cair yang aman dan tidak beracun.
Dengan meneteskan pewarna pekat dekat area yang dicurigai, jejak warna yang keluar pada dinding luar akan terlihat sangat kontras.
10. Mengamati Frekuensi Menyala Pompa Air
Pengamatan terhadap perilaku mesin pendorong atau pompa otomatis bisa memberikan sinyal awal adanya kebocoran.
Mencermati siklus pompa dan lonjakan tagihan air bisa sebagai penanda utama adanya kebocoran.
Langkah-Langkah Mengamankan Area Tandon

Prosedur pemeriksaan atau perawatan rutin pada tandon sering kali mengharuskan teknisi atau pemilik rumah bekerja pada area elevated (ketinggian), seperti lantai atap (rooftop), menara besi, atau atap dak beton.
Berikut ini ada beberapa langkah tersendiri dalam mengamankan area tandon yaitu:
1. Mematikan Sumber Aliran Listrik dan Pompa
Langkah keselamatan paling penting sebelum menyentuh komponen tandon adalah memutus seluruh arus listrik yang terhubung ke sistem perpipaan.
Matikan sakelar utama atau cabut steker listrik pompa sehingga terhindar dari bahaya tersengat arus listrik secara tidak sengaja.
2. Mematikan Katup Keran Saluran Air Masuk dan Keluar
Menghentikan sirkulasi air dalam jaringan perpipaan sangat penting untuk menciptakan kondisi pengujian yang tenang.
Tutuplah seluruh stop valve pada sekitar tandon sehingga permukaan air dalamnya menjadi tenang dan kebocoran bisa terdeteksi secara akurat.
3. Memastikan Struktur Tangga dan Pijakan Kokoh
Akses menuju lokasi tandon air sering kali membutuhkan tangga portabel permanen. Periksalah kerapatan sekrup penopang dan pastikan kaki tangga bertumpu pada permukaan lantai yang keras dan rata.
4. Menggunakan Alas Kaki Karet Anti Licin
Area sekitar dudukan tandon umumnya basah, lembap, dan sering tumbuh oleh lapisan lumut yang sangat licin.
Oleh karena itu, hindari bekerja tanpa alas kaki atau hanya memakai sandal jepit biasa, dan gunakanlah sepatu bersol karet berpola dalam (anti-slip).
5. Membuka Penutup Tandon untuk Membuang Gas
Tandon air yang tertutup rapat dalam waktu lama pada bawah sengatan matahari bisa menampung udara panas yang pengap dan minim oksigen.
Langkah antisipasinya, bukalah tutup tandon dan biarkan rongga dalam tandonnya diangin-anginkan selama 10 sampai 15 menit sehingga sirkulasi udaranya menjadi segar dan aman.
6. Menyediakan Penerangan Tambahan Berbahan Kedap Air
Rongga dalam tandon air sering kali sangat gelap, terutama pada bagian dasar dan sudut-sudut lipatan molding.
Siapkan senter kepala (headlamp) atau senter genggam tahan air berdaya sorot tinggi sehingga bisa memeriksa seluruh permukaan dalam dengan pandangan yang jelas.
7. Menguras Sebagian Isinya untuk Memperlihatkan Bawah
Kebocoran tandon tidak hanya terjadi pada bagian atas, tetapi sering kali berada di area dinding bawah dekat saluran drainage.
Oleh sebab itu, kuraslah isi air hingga menyisakan seperempat bagian sehingga struktur dinding bawah dan dasarnya bisa teramati.
8. Memakai Sarung Tangan Pelindung
Dinding luar tandon berbahan fiberglass atau stainless dan area ulir pipa terkadang memiliki pinggiran yang tajam atau tertutup kerak keras.
Penggunaan sarung tangan kerja berbahan karet atau kain tebal melindungi tangan, sehingga proses pembersihan dan perabaan titik retak bisa dengan nyaman.
9. Membersihkan Area Sekitar Dudukan dari Bahaya
Area kerja yang sempit dan berantakan oleh sisa kawat, potongan pipa tua, atau sampah daun kering bisa mengganggu ruang gerak teknisi.
Sisihkan dan bersihkan dahulu area radius 1 hingga 2 meter pada sekeliling tandon, sehingga memiliki ruang pijak dan gerak yang lega saat melakukan pemeriksaan.
Rekomendasi Tandon Merek Grand Anti Bocor

Untuk pilihan tempat penampungan berkualitas tinggi tanpa bocor, maka gunakan saja tandon merek Grand ini.
Tandon yang satu ini bahan bakunya pakai HDPE murni berkualitas tinggi tahan lama. Sehingga memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Tempat penampungan merek Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, sehingga siapa saja bisa dengan bebas memilih kapasitas sesuai kebutuhan masing-masing.
Tandon merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah punya sertifikat Halal dari MUI. Jadi, penyimpanan air akan tetap aman terhindar dari segala kontaminasi kotoran maupun najis.
Tandon Grand terdiri dari 3 lapisan pelindung, yang menjadikannya anti lumut dan anti sinar UV. Selain itu, tempat penampungan merek Grand juga ada garansi yang memadai.
Saat ini tersedia berbagai pilihan tandon berkualitas dan menarik. Informasi lebih lengkapnya bisa langsung kunjungi Marketplace raja tandon dan Whatsapp yang tertera berikut.
Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Jadi sekian dulu ulasan tentang bagaimana cara mudah cek kebocoran pada tandon yang tepat. Untuk pilihan tandonnya, jangan lupa pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka waktu lama.



