Cara Mengatur Tekanan Air dari Tandon

Cara Mengatur Tekanan Air dari Tandon

Cara Mengatur Tekanan Tandon – Membuka keran air pada kamar mandi lalu hanya tersuguhkan aliran lemah yang memprihatinkan adalah ujian kesabaran yang bisa merusak suasana hati siapa pun.

Banyak pemiliknya terjebak dalam anggapan keliru bahwa satu-satunya cara mengatasi masalah ini adalah dengan membeli pompa baru bernilai jutaan rupiah.

Padahal, lemah atau tidak stabilnya dorongan air dari penampungan atas sering kali bukan penyebabnya oleh kerusakan mesin.

Melainkan akibat kegagalan dalam memperhitungkan dinamika aliran pada jalur pipa distribusi. Mengetahui cara mengatur tekanan tandon menjadi kunci utama tersendiri. 

Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan tentang cara mudah mengatur tekanan air pada tandon. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.

Cara Mudah Mengatur Tekanan Air Tandon

Cara Mudah Mengatur Tekanan Air Tandon
Cara Mudah Mengatur Tekanan Air Tandon

Kecukupan dan derasnya kucuran air pada suatu area merupakan kunci utama kenyamanan aktivitas harian seluruh penggunanya.

Tekanan air tandon yang terlalu kecil sering kali menjadi kendala utama yang mengganggu. Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah mengatur tekanan air pada tempat penampungan yaitu:

1. Meninggikan Posisi Menara atau Dudukan Tandon

Sistem tandon air pada umumnya mengandalkan sistem aliran gravitasi. Dalam hukum fisika, tekanan air hasilnya oleh perbedaan ketinggian antara titik keluaran air (posisi tandon) dan titik jangkauan kran (head pressure).

2. Memasang Mesin Pompa Pendorong (Booster Pump)

Jika peninggian tandon tidak memungkinkan untuk melakukannya karena keterbatasan lahan, keindahan bangunan, atau biaya konstruksi, memasang booster pump (pompa dorong) adalah solusi paling efektif dan praktis.

3. Memperbesar Diameter Pipa Outlet Utama

Kesalahan umum yang sering terjadi dalam instalasi air adalah menggunakan diameter pipa yang terlalu kecil langsung dari lubang keluaran tandon.

Pipa berdiameter kecil menciptakan hambatan (head loss) yang sangat tinggi, sehingga membatasi volume air yang bisa mengalir dalam satu waktu.

4. Meminimalisir Jumlah Belokan Pipa

Setiap sambungan pipa siku (elbow) memotong laju energi kinetik aliran air secara signifikan. Makin banyak sambungan siku yang terpasang dalam dinding atau jalur pipa, makin banyak pula tekanan air yang terbuang akibat benturan.

5. Memasang Pipa Ventilasi Udara

Terperangkapnya udara dalam saluran pipa (airlock) merupakan salah satu pemicu utama kucuran air tersendat, mengecil tiba-tiba, atau berbunyi batuk saat kran terbuka.

Udara biasanya masuk saat tandon sempat kosong dan tertahan dalam lekukan saluran saat air kembali terisi.

6. Membersihkan Filter dan Aerator Kran Secara Rutin

Kerap kali masalah kucuran air kecil bukan bersumber dari ketinggian tandon atau masalah pipa. Melainkan akibat penumpukan sedimen pasir, lumut, atau kerak mineral pada ujung kran (aerator) dan saringan air (filter).

Lepas penutup jaring kawat (aerator) pada ujung kran air secara rutin, lalu sikat endapan pasir atau kerak kapur.

7. Memastikan Stop Kran (Ball Valve) Terbuka

Katup penutup (stop kran) berfungsi menghentikan aliran air saat ada perbaikannya. Namun, stop kran yang hanya terbuka sebagian atau menggunakan jenis katup yang mempersempit lubang dalam bisa menahan aliran air secara drastis.

Sebaiknya pakai jenis katup yang tepat pada jalur pipa utama agar aliran air tetap lancar.

8. Menggunakan Kran Air Berdaya Alir Tinggi

Desain dalam kran air modern bervariasi secara signifikan. Beberapa model kran rancangannya dengan fitur penghemat air (water-saving aerator) yang sengaja membatasi debit airnya demi efisiensi.

Tetapi hal ini justru membuat kucuran air terasa sangat pelan jika tekanan dasar dari tandon sudah rendah.

9. Mengatur Otomatis Sakelar Pelampung

Ketinggian volume air dalam tandon berpengaruh langsung pada tekanan gravitasi (water column pressure).

Ketika air dalam tandon tinggal seperempat, tekanan air yang dihasilkan tentu jauh lebih rendah daripada saat wadah penyimpanan terisi penuh oleh air.

Kesalahan Fatal Saat Memasang Jalur Pipa Tandon

Kesalahan Fatal Saat Memasang Jalur Pipa Tandon
Kesalahan Fatal Saat Memasang Jalur Pipa Tandon

Pemasangan jalur pipa tandon yang keliru sering kali menjadi sumber utama berbagai masalah kebersihan tersendiri.

Kebanyakan pemilik rumah dan tukang awam kerap kali kurang memahami dasar tekanan gravitasi air saat merancang sistem perpipaan tandon.

Berikut ini ada beberapa kesalahan fatal saat memasang jalur pipa tandon yaitu:

1. Menggunakan Diameter Pipa Utama yang Terlalu Kecil

Menggunakan pipa berdiameter kecil seperti 1/2 inci langsung dari lubang keluar tandon merupakan kesalahan paling mendasar.

Pipa berukuran kecil menghasilkan gesekan yang sangat tinggi sehingga menahan laju aliran air sebelum sampai ke kran.

2. Memasang Terlalu Banyak Sambungan Siku

Setiap sambungan siku 90 derajat yang terpasang akan memotong energi aliran air dan menciptakan benturan keras dalam pipa.

Makin banyak belokan tajam yang terpasang makin lemah pula tekanan air yang akhirnya keluar pada ujung kran kamar mandi.

3. Lupa Memasang Pipa Ventilasi Udara

Fenomena udara yang terperangkap dalam saluran pipa atau yang dikenal dengan istilah airlock sering kali membuat kucuran air menjadi tersendat.

Tanpa adanya pipa ventilasi udara tegak lurus yang memasangnya tepat pada jalur pipa outlet, udara yang terjebak tidak memiliki jalan keluar.

4. Tidak Memasang Stop Kran Utama

Banyak orang mengabaikan pemasangan katup penutup atau stop kran pada area dekat tandon demi menghemat biaya, padahal hal ini sangat menyulitkan proses perawatan.

Tanpa adanya stop kran utama maka akan kesulitan menghentikan aliran air saat ingin membersihkan bagian dalam tandon.

5. Memilih Jenis Katup Pembatas yang Mempersempit Pipa

Menggunakan jenis kran stop yang memiliki konstruksi penyempitan lubang dalam seperti gate valve atau globe valve berkualitas rendah, bisa menahan laju airnya.

Jenis katup yang buruk ini mengurangi luas penampang aliran air secara drastis meskipun tuas katup sudah terbuka.

6. Memasang Jalur Pipa Terlalu Dekat Dengan Posisi Tandon

Meletakkan kran air atau titik distribusi tertinggi terlalu sejajar dengan posisi dasar tandon air akan menghilangkan tekanan gravitasinya.

Tekanan murni membutuhkan perbedaan ketinggian minimal 3 hingga 5 meter antara dasar tandon dengan titik kran tertinggi seperti shower lantai 2.

7. Menyambung Pipa Tanpa Membersihkan Sisa Lem

Proses pemotongan pipa PVC yang kurang rapi sering kali menyisakan plastik halus dan usapan lem pipa yang berlebihan pada bagian dalam sambungan.

Sisa lem dan potongan plastik yang mengeras pada dalam pipa ini sebagai penghalang aliran air dan tempat mengendapnya kotoran pasir dan lumut.

8. Menggabungkan Saluran Pada 1 Pipa yang Sama

Menggunakan satu jalur pipa tunggal untuk fungsi pengisian tandon sekaligus pengaliran air merupakan bentuk kesalahan yang sangat mengganggu.

Sistem pipa tunggal ini menyebabkan air yang baru masuk dari sumur atau PAM langsung terdorong ke kran tanpa sempat mengendap.

9. Memasang Pompa Pendorong Tanpa Katup Satu Arah

Memasang mesin pompa pendorong booster pump tanpa menyertakan katup satu arah atau check valve yang benar bisa menyebabkan aliran air balik yang merusak komponen pendorong.

Saat pompa mati tekanan air balik dari jalur pipa bangunan bisa menekan balik impeller pompa dan memicu kebocoran.

Rekomendasi Tandon Grand, Tekanan Air Lancar

Rekomendasi Tandon Grand, Tekanan Air Lancar
Rekomendasi Tandon Grand, Tekanan Air Lancar

Untuk rekomendasi wadah penyimpanannya maka bisa menggunakan tandon merk Grand agar aliran air lancar.

Wadah penyimpanan yang satu ini terbuat dari bahan HDPE murni berkualitas tinggi tanpa material campuran lainnya.

Hal inilah yang menjadikannya memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.

Tandon merk Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Sehingga wadah penyimpanan merk Grand ini bisa menyimpan air tanpa khawatir kontaminasi zat berbahaya.

Tandon merk Grand memiliki 3 lapisan dinding dengan perlindungan anti UV dan anti lumut. Bahkan pada wadah penyimpanan merk Grand ini tersedia dalam berbagai pilihan ukuran.

Sehingga siapa saja bisa dengan bebas memilih ukuran sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Saat ini tersedia berbagai pilihan tandon berkualitas dan menarik.

Informasi lebih lengkapnya bisa langsung kunjungi Marketplace raja tandon dan Whatsapp yang tertera berikut. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!

Shopee

Tokopedia

Penutup

Nah, jadi demikianlah penjelasan tentang cara mengatur tekanan tandon agar kucuran air deras. Untuk pilihan tandonnya, jangan lupa pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka waktu lama.

Scroll to Top