Kenapa Air Tandon Keruh – Air yang keluar dari keran seharusnya jernih dan bersih. Tapi pernah nggak sih kamu menemukan air di tandon tiba-tiba berubah jadi keruh? Kondisi ini memang bikin khawatir, apalagi kalau air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari.
Sebenarnya, air di tandon menjadi keruh bukanlah masalah yang muncul tanpa sebab. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhinya, mulai dari kualitas sumber air, kondisi tandon, hingga cara pemasangan instalasi pipa. Kabar baiknya, masalah ini bisa dicegah bahkan diatasi jika penyebabnya diketahui sejak awal.
Nah, supaya kamu nggak bingung, yuk kenali apa saja penyebab air di tandon menjadi keruh beserta solusi yang bisa dilakukan.
Penyebab Tandon Air Keruh

Air keruh biasanya ditandai dengan warna yang tidak bening, terlihat kekuningan, kecoklatan, bahkan terkadang muncul endapan halus di dasar ember atau bak mandi. Nah,berikut beberapa penyebab kenapa air tandon keruh.
1. Tandon Jarang Dibersihkan
Penyebab paling umum adalah tandon yang sudah terlalu lama tidak dibersihkan. Seiring waktu, lumpur, pasir, debu, hingga partikel kecil dari sumber air akan mengendap di bagian dasar tandon.
Saat volume air berkurang atau pompa bekerja lebih kuat, endapan tersebut ikut teraduk sehingga air tampak keruh ketika keluar melalui keran.
Idealnya, tandon air dibersihkan setiap 3–6 bulan sekali agar kualitas air tetap terjaga.
2. Sumber Air Mengandung Banyak Sedimen
Kalau rumah menggunakan air sumur bor atau sumur gali, kemungkinan besar air mengandung pasir halus, tanah, atau lumpur. Partikel tersebut lama-kelamaan akan masuk ke dalam tandon dan menyebabkan air menjadi keruh.
Hal ini biasanya sering terjadi saat musim hujan karena tanah di sekitar sumur lebih mudah terbawa ke dalam sumber air.
3. Lumut Mulai Tumbuh di Dalam Tandon
Ternyata umut juga bisa menjadi penyebab air berubah warna dan terlihat tidak jernih. Lumut tumbuh ketika sinar matahari masuk ke dalam tandon, terutama jika menggunakan tandon berwarna terang atau tutupnya tidak rapat.
Selain membuat air keruh, lumut juga dapat memicu bau tidak sedap dan mempercepat berkembangnya mikroorganisme.
Karena itu, pilihlah tandon dengan lapisan anti-UV dan pastikan tutupnya selalu tertutup rapat.
4. Pipa Instalasi Sudah Berkarat
Masalah ternyata nggak selalu berasal dari tandon. Pipa distribusi yang sudah tua dan berkarat juga bisa membuat air berubah menjadi keruh atau kecokelatan.
Biasanya kondisi ini ditandai dengan air yang awalnya jernih, tetapi berubah keruh ketika pertama kali keran dibuka setelah lama tidak digunakan.
Jika penyebabnya berasal dari pipa, maka solusi terbaik adalah mengganti bagian pipa yang sudah mengalami korosi.
5. Tandon Menggunakan Material Berkualitas Rendah
Material tandon juga sangat berpengaruh terhadap kualitas air.
Tandon dengan bahan yang kurang baik lebih mudah retak, memudar, bahkan memungkinkan cahaya masuk sehingga mempercepat pertumbuhan lumut.
Selain itu, dinding tandon yang kasar juga lebih mudah ditempeli kotoran dibandingkan material HDPE atau stainless steel yang permukaannya lebih halus.
6. Tutup Tandon Tidak Rapat
Sering dianggap sepele, padahal tutup tandon memiliki fungsi penting.
Jika tutup tidak tertutup rapat, debu, daun kering, serangga, bahkan hewan kecil bisa masuk ke dalam tandon. Kotoran tersebut akan mengendap dan menyebabkan kualitas air menurun.
Oleh karena itu, pastikan tutup tandon selalu dalam kondisi baik dan tidak ada celah terbuka.
7. Endapan Mineral Berlebihan
Di beberapa daerah, air tanah memiliki kandungan zat besi, mangan, atau mineral lain yang cukup tinggi.
Saat mineral tersebut mengendap dalam waktu lama, air bisa terlihat kekuningan atau keruh.
Biasanya kondisi ini juga meninggalkan noda pada keramik kamar mandi, wastafel, maupun pakaian yang dicuci.
Cara Menguras Tandon Air yang Benar

Menguras tandon air secara rutin merupakan langkah penting untuk menjag kualitas air tetap bersih dan bebas dari endapan. Idealnya, tandon dikuras setiap 3–6 bulan sekali, tergantung kondisi sumber air yang digunakan. Berikut langkah-langkah menguras tandon air dengan benar.
1. Matikan Aliran Air ke Tandon
Langkah pertama adalah menutup aliran air menuju tandon. Cara ini dilakukan agar air baru tidak terus masuk selama proses pembersihan berlangsung sehingga pengurasan menjadi lebih efektif.
2. Keluarkan Air Hingga Hampir Habis
Selanjutnya, keluarkan seluruh air di dalam tandon. Sisakan sedikit air pada bagian dasar agar endapan lumpur dan sedimen lebih mudah dibersihkan.
3. Bersihkan Dinding dan Dasar Tandon
Gunakan sikat berbulu halus atau spons untuk membersihkan seluruh permukaan bagian dalam tandon. Gosok secara merata hingga lumut, kerak, dan kotoran yang menempel terangkat. Hindari penggunaan bahan kimia yang dapat meninggalkan residu pada tandon.
4. Bilas dengan Air Bersih
Setelah proses penyikatan selesai, bilas bagian dalam tandon menggunakan air bersih beberapa kali. Pastikan tidak ada sisa kotoran maupun endapan yang masih tertinggal sebelum tandon digunakan kembali.
5. Periksa Saluran Masuk dan Keluar Air
Selain membersihkan tandon, periksa juga pipa inlet, outlet, serta pelampung otomatis. Bagian-bagian tersebut perlu dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar aliran air tetap lancar.
6. Isi Kembali Tandon
Setelah semua bagian bersih, tutup tandon dengan rapat lalu isi kembali menggunakan air bersih. Sebaiknya gunakan filter air pada saluran masuk agar partikel halus tidak mudah masuk ke dalam tandon.
7. Lakukan Perawatan Secara Berkala
Agar kualitas air tetap terjaga, jadwalkan pengurasan secara rutin setiap 3–6 bulan. Jika sumber air mengandung banyak pasir atau lumpur, pengurasan dapat dilakukan lebih sering untuk mencegah penumpukan sedimen.
Tandon Air Auto Drain, Bebas Kuras Anti Ribet

Jika Anda merasa menguras tandon secara manual cukup merepotkan, kini tersedia solusi yang lebih praktis, yaitu Tandon Air Auto Drain.
Teknologi Auto Drain bekerja dengan membantu membuang endapan yang berada di dasar tandon secara otomatis. Karena itu, sedimen tidak akan menumpuk terlalu lama. Selain membuat air tetap bersih, teknologi ini juga membantu mengurangi frekuensi pengurasan.
Beberapa keunggulan Tandon Air Auto Drain antara lain:
- Membantu mengurangi penumpukan lumpur dan sedimen.
- Air tetap lebih jernih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Mengurangi pertumbuhan lumut di bagian dasar.
- Lebih hemat waktu karena tidak perlu sering dikuras.
- Material HDPE berkualitas yang kuat dan tahan lama.
- Cocok digunakan untuk rumah, ruko, maupun bangunan komersial.
Meskipun demikian, pemeriksaan rutin tetap disarankan agar seluruh komponen tandon bekerja secara optimal.
Ingin memiliki tandon yang lebih praktis dan membantu menjaga air tetap bersih? Dapatkan Tandon Air Auto Drain sekarang juga melalui marketplace Shopee dan Tokopedia.
Kesimpulan
Mengetahui kenapa air tandon keruh sangat penting agar kualitas air di rumah tetap aman digunakan. Penyebabnya dapat berasal dari endapan lumpur, lumut, pipa yang kotor, filter yang sudah tidak efektif, hingga tandon yang jarang dibersihkan



